Agama ibarat sebuah bangunan. Ia memiliki fondasi dan konstruksi yang menyusunnya menjadi sebuah bentuk yang kokoh. Ketika ia tumbuh dan berkembang, maka ia akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan konstruksinya, tetapi sesungguhnya kekuatannya bukan pada konstruksi, melainkan fondasi. Konstruksi hanya akan menentukan nilai, tapi fondasi menentukan kekuatan.
Nilai tanpa kekuatan hanyalah bersifat temporer. Ia hanya akan laku seiring trend yang terbentuk dalam masyarakat tetapi pada akhirnya lapuk juga oleh perjalanan waktu. Apalagi, jika hantaman badai terlalu kuat menerpanya, maka ia akan runtuh dengan sendirinya. (more…)