Arsip ‘Teologi Religionum’ Kategori

Tauhid Sebagai “Meeting Point” Kristen-Islam


2010
11.03

Yeshua (Jesus) answered, “The most important is, ‘Sh’ma Yisra’el, Adonai Eloheinu, Adonai Echad [Hear, O Isra’el, the Lord our God, the Lord is one]…’” (Mark 12:29)[1]

Katakanlah: Wahai Ahli Kitab (orang-orang Yahudi dan Kristen), Marilah kita berpegang kepada satu kalimat yang tidak ada perselisihan di antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah kepada selain Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun, dan tidak pula kita jadi sebagian yang lain menjadi Ilah selain Allah (Surah Ali Imran/3:64)

Kitab Suci Kristen dan Islam sebenarnya memandang tauhid (monoteisme, “paham yang meng-Esa-kan TUHAN”) sebagai “meeting point” dalam dialog Kristen-Islam, agar tercipta saling pengertian yang baik. Yesus sendiri menyebut tauhid sebagai “hukum yang terutama,” yang oleh al-Qur’an diajukan sebagai syarat dialog untuk tercapainya kalimatun sawa’ (titik temu, meeting point). (more…)

Problem Syari’at Islam


2008
05.16

Perbincangan mengenai syari’at Islam bukanlah hal baru di negeri ini. Bahkan, perbincangan mengenai syari’at Islam tak hanya melulu menjadi konsumsi orang-orang Islam semata. Ia bahkan diperbincangkan dengan sangat runcing oleh berbagai kalangan non-Muslim, termasuk kekristenan. Bagaimana tidak, syari’at Islam telah dikembangkan menjadi isu penting dalam hubungan antar-agama, khususnya Kristen-Islam.

Setiap kali ada persoalan dalam hubungan antara kedua agama Semit ini, selalu saja persoalan syari’at Islam menggelembung dan diangkat menjadi salah satu isu yang mewarnai silang pendapat soal hubungan antara kedua agama. (more…)

Berbeda Tanpa Konflik


2005
07.12

Setiap masyarakat Indonesia menyadari akan keberagaman di negaranya, baik keberagaman suku, ras, agama, golongan, dan sebagainya. Namun, tidak semua masyarakat Indonesia memiliki kesadaran bahwa keberagaman ini adalah anugerah TUHAN yang patut untuk disyukuri. Belum lagi, adanya oknum-oknum atau kelompok-kelompok tertentu yang gemar sekali mengutak-atik keberagaman ini dan memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi maupun kelompoknya.

Karenanya, keberagaman di negara kita ini sering menjadi pemicu munculnya berbagai konflik, baik keberagaman suku, agama, ras, golongan, dan sebagainya. Yang sangat memprihatinkan adalah meskipun konflik itu telah terjadi berulang-ulang di negara ini, namun, kesadaran untuk mencarikan jalan keluarnya masih minim. (more…)

Dialog Paralelisasi Kristen-Islam


2005
07.01

Dialog antar-umat beragama merupakan suatu upaya yang sudah lama dilakukan di Indonesia. Namun, konflik antar-umat beragam tetap saja terjadi. Kasus Ambon dan Poso merupakan contoh kasus yang menunjukkan betapa rapuhnya hubungan antar-umat beragama di Indonesia.

Meskipun kemudian diyakini bahwa konflik-konflik tersebut dimuati oleh berbagai kepentingan politik. Namun, sentimen-sentimen agama yang mewarnai konflik-konflik tersebut sangat kental. Pihak-pihak yang bertikai dikelompokkan berdasarkan agama, bukan suku, politik, atau kelompok-kelompok tertentu. (more…)


Newsletter plugin provided by http://casinoonline.se.com

Shalom STT Apostolos Jakarta

Log in

Lost your password?

Register For This Site

Join

Join us as we spread the word.