Yeshua (Jesus) answered, “The most important is, ‘Sh’ma Yisra’el, Adonai Eloheinu, Adonai Echad [Hear, O Isra’el, the Lord our God, the Lord is one]…’” (Mark 12:29)[1]
Katakanlah: Wahai Ahli Kitab (orang-orang Yahudi dan Kristen), Marilah kita berpegang kepada satu kalimat yang tidak ada perselisihan di antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah kepada selain Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun, dan tidak pula kita jadi sebagian yang lain menjadi Ilah selain Allah (Surah Ali Imran/3:64)
Kitab Suci Kristen dan Islam sebenarnya memandang tauhid (monoteisme, “paham yang meng-Esa-kan TUHAN”) sebagai “meeting point” dalam dialog Kristen-Islam, agar tercipta saling pengertian yang baik. Yesus sendiri menyebut tauhid sebagai “hukum yang terutama,” yang oleh al-Qur’an diajukan sebagai syarat dialog untuk tercapainya kalimatun sawa’ (titik temu, meeting point). (more…)
